muhammad syaeful abdulloh
My blogs
| Introduction | Adil ku tak sama dengan adilmu, adilmu juga tak sama dengan adilnya, begitu juga dengan adilnya tak tentu sama dengan adilku, lalu apa lagi yang kau permasalahkan wahai "hati" kenapa masih saja kau meronta-ronta berteriak kencang-kencang menuntut keadilan yang merata, apa masalahmu.... apa pula salahku, sudahlah, tak usah kau mengiri kepada sang takdir, syukuri, dan bisa jadi itu akan menjadi keadilan buatmu,,,, |
|---|

