An Ordinary Mind
My blogs
| Gender | Female |
|---|---|
| Introduction | Saya tidak berbeda dengan kalian. Makhluk primata yang (dulunya) dipaksa masuk sekolah, di moralpancasilakan, ditertibkan supaya baik-baik, kemudian nantinya diharapkan diwisuda jadi sarjana, supaya mudah mendapat kerja, menghormati orang lain supaya dihormati, mencari kekayaan sebanyaknya supaya hidup bahagia, supaya mati tidak sia-sia. Tapi kemudian, saya menemukan saya dalam keadaan saya menjadi begini. Ketika saya dibenturkan oleh kesadaran spiritual kemudian berkoloni dgn primata lainnya, yang kemudian menyelaraskan kesadaran spiritual dengan kesadaran intelektual dan emosional. Saya selalu berpikir untuk menggugat, meski tidak tahu kepada siapa. Saya menangis karena banyak sebab & mereka menyebutnya cengeng. Saya tertawa melalui banyak cara & mereka menyebutnya saya meledek. Mereka telah meledek saya dengan menuduh saya meledek. Saya tidak boleh salah oleh mereka yang buat saya melakukan kesalahan. Guru memaksa saya menghormatinya sebagai sikap orisinil. Harusnya mereka mendidik diri sehingga saya dengan jujur menghormatinya. Lingkungan juga begitu. Pemerintah juga. Pejabat juga. Saya dibiarkan terdampar pada kehidupan yang penuh KAMUFLASE. (Inspired by ThePanasDalam) |

